KUE TEMPEL KHAS TEGAL



Risalahkuuu- Datang ke Kota Tegal kurang lengkap jika belum mencicipi keanekaragaman kulinernya. Selain terkenal akan tahu aci dan sate kambing batibulnya, Kota Tegal juga punya satu jajanan tradisional khas yaitu kue tempel.

Menurut sang penjual kue tempel dari Kota Tegal kue tempel sudah ada sejak tahun 1940-an. Bahan dasar pembuatan kue tempel ini cukup sederhana. Jajanan ini berbahan tepung ketan, kelapa,garam, gula merah, dan pisang raja. Cara memasaknya hampir sama seperti membuat kerak telor.


Adonan ketan pertama-tama dipanaskan dan diratakan di atas wajan. Selanjutnya pisang raja dan gula merah atau gula jawa diletakkan di atas adonan ketan. Dua bahan tambahan itu lalu diratakan dan ditekan-tekan. Setelah matang, kue itu tinggal dilipat dan siap disantap.

Kue tempel khas Tegal punya cita rasa manis dan gurih serta aroma sangit yang harum. Kulit kue dari ketan ini begitu renyah meski dimasak tanpa minyak.

Menurut masyarakat Tegal kue tempel ini dulu sangat digemari penjajah Jepang dan Belanda mungkin karna rasanya yang khas dengan aroma sangit dan rasa manis dari pisang raja membuat penjajah Jepang dan Belanda menyukai kue tersebut. 

Saya mencoba mewancarai salah satu pembeli kue tempel tersebut kenapa memilih kue tempel sebagai cemilan beliau menurut beliau "Kue tempel ini rasanya unik karena adanya perpaduan manis dari pisang dan gula jawa dengan rasa gurih dari parutan kelapanya membuat saya ketagihan" begitu ujar Nayla pembeli kue tempel itu.


Dan semakin berkembangnya zaman rasa dari kue tempel ini pun semakin beragam tidak hanya rasa original saja yaitu kue tempel dengan isian pisang raja dan gula merah, tetapi sekarang sudah ada varian rasa baru seperti rasa coklat, keju, dan kombinasi coklat dan keju.

Tanpa merubah bahan-bahan awalnya jadi tetap menggunakan tepung ketan, garam, parutan kelapa, dan pisang raja namun gula jawa disini diganti menggunakan keju ataupun coklat. rasanya pun tidak kalah enaknya dan menurut saya malah membuat kue tempel ini seperti kue tradisional dengan varian rasa modern. 

Ketika ditanya mengapa sekarang menggunakan varian rasa baru penjual itu berkata " Saya awalnya mencoba-coba menambahkan rasa baru untuk anak saya karna dia minta dibuatkan kue tempel tetapi dengan menambahkan coklat dan ternyata membuat rasanya semakin enak. maka dari itu saya pun mencoba untuk menjualnya dan ternyata banyak pelanggan yang suka dengan rasanya." begitu kata Mei Chu Penjual kue tempel itu saat diwawancarai oleh saya.

Untuk harga kue tempel sekarang dibandrol dengan harga Rp 9.000 untuk varian original dan Rp 15.000 untuk varian rasa tambahan seperti tambahan rasa coklat, keju maupun kombinasi harganya tergolong terjangkau untuk kue yang khas ini, tak jarang banyak pembeli dari luar kota yang mampir hanya untuk menikmati kue tempel ataupun dibawa pulang untuk dijadikan buah tangan.

Waktu dulu mungkin pembeli/konsumen lebih lama menunggunya karna pembuatanya masih menggunakan areng sebagai media masaknya tetapi semakin berkembangnya zaman, sekarang penjual menggunakan kompor gas dalam membuat tempel untuk mempersingkat waktu juga dalam penyajianya karna biasanya sehari bisa sampai 30 an tempel yang terjual. jika masih menggunakan areng untuk media masaknya pasti memakan waktu yang lama dan tenaga yang lumayan besar karna harus mengipas-kipas areng supaya tidak padam. maka dari itu penjualpun beralih dari media masak menggunakan areng ke media masak menggunakan kompor gas supaya mempersingkat waktu penyajian. 

Tetapi banyak juga pembeli yang merasakan atau komplen ke penjual karna menurut pembeli jika dimasak menggunakan areng wangi sangitnya semakin keluar dan lebih terlihat kesan tradisional dari kue tempel tersebut. ada juga yang mengatakan bahwa lebih sedep jika dimasak menggunakan areng dibandingkan menggunakan kompor gas.

Tetapi penjual tersebut tidak menghiraukan nya dan biasanya jika ada yang komplen seperti itu penjual akan mengarahkan pembeli untuk beli kue tempel di saudara si penjual yang memasaknya menggunakan areng kata penjual ke wartawan " Mending saya arahin ke sodara saya yang jualanya masih pake areng jadi sama- dapet rejeki juga toh mas dan saya juga gak pusing dengerin komplen pembeli yang masalahin kompor mas hehehe" ujar ibu penjual tempel itu saat diwawancarai oleh wartawan Risalahkuuu. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Tahun Baru 2026 Di Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal

APRESIASI BINPRES KONI TEGAL KEPADA ATLET BARONGSAI KEJURNAS KOTA TEGAL

Pelatihan Pramuka di Saka Bhayangkara kota Tegal